desain cafe bergaya industrial 10×15

Desain Cafe Bergaya Indusrial pada lahan 10x15

Assalamu’alaikum sobat desain griyaku. Sedikit berbeda dengan artikel sebelumnya. Kali desaingriyaku.com akan mengupas cafe bergaya industrial pada lahan 10×15. Desain cafe ini merupakan redesain dari tugas kelompok saat kuliah. 

Sedikit curhat waktu itu laptop sedang rusak dan tidak bisa merender gambar yang telah dibuat. Sehingga saya harus mengulang mata kuliah TRD (tata ruang dalam) pada tahun depan akibat terlambat mengumpulkan. Tahun berikutnya saya kembali mengambil mata kuliah TRD. Untungnya ada 2 orang teman yang juga mengulang seperti saya. Sebut saja Sherly dan Kumalasari.

desain cafe bergaya industrial

Karena ini merupakan redesain dari tugas kuliah yang sudah selesai. Saya mencoba memberikan sedikit revisi dan tambahan. Khususnya pada bagian penggunan material. Saya mencoba untuk membuatnya lebih simpel dengan mengurangi beberapa material kayu.

Gaya Industrial sendiri merupakan gaya interior yang cenderung untuk mengekpos material yang karakternya berkaitan dengan dunia industri. Material yang sering digunakan pada konsep ini adalah besi, bata ekspos, lantai beton dan kayu. Material tersebut ditampilkan dengan apa adanya. Kalaupun difinishing tetap menunjukkan material aslinya.

Gaya arsitektur industrial sendiri berkembang pesat di Eropa akibat banyaknya  bangunan bekas pabrik yang sudah tidak terpakai. Walaupun dilakukan perwatan dan penyesuain pada bekas pabrik tersebut. Karakter asli bangunan pabrik tetap dipertahankan.

desain cafe bergaya industrial 1

Gaya arsitektur industrial memiliki beberapa ciri diantaranya:

Batu Bata

Material batu bata merupakan bahan yang sering digunakan untuk pabrik pada zaman industri. Karena pada masa itu batu alam merupakan material yang kuat dan tahan lama. Batu bata dibiarkan diekspose tanpa finishing sehingga tampak terekpose.

Lantai

Konsep industrial identik dengan penggunaan lantai beton dan lantai parket. Material tersebut juga termasuk material yang umum digunakan di pabrik pada masa revolusi industri.

Material Beton

Material beton dapat diaplikasikan pada lantai atau dinding bangunan. Mateial beton merupakan alternatif pengganti dinding batu bata. Material beton dikenal dengan kekuatannya yang lebih besar dari batu bata.

Material Besi

Material besi atau baja merupakan material yang identik dengan pabrik. Pada pabrik material ini terlihat pada kolom bangunan, dan mesin-mesin pabrik. Mesin-mesin pabrik dapat diganti dengan perabot bermaterial logam.

Penggunaan Material Bekas

 Material bekas digunakan karena teksturnya yang unik. Sedikit berkarat, kusam  dan lapuk memiliki nilai seni tersendiri. Selain itu material bekas mencermikan kesan massa lalu yang nostalgik.

Pencahayaan

Untuk pencahayaan lampu yang sering digunakan adalah lampu bolam dengan model digantung. Biasanya dapat ditambah dengan armatur lampu berbahan logam. 

Warna 

Untuk pilihan warna yang digunakan adalah warna-warna monoktromatik. Pilihan warna yang cenderung bergradiasi hitam putih.

Sistem Utilitas Bangunan

Sistem utilitas bangunan biasanya disembunyikan di dalam dinding atau di dalam plafon. Sistem utilitas berupa pipa air bersih, kabel listrik dan lainnya. Namun untuk konsep industrial sistem utilitas sengaja diekpose untuk mendapatkan kesan pabrik. Pada masa industrial, sistem utilitas dibuat terbuka agar memudahkan untuk maintenance bangunan serta memudahkan apabila terjadi kerusakan.

desain cafe bergaya industrial 2

Untuk desain cafe yang kami buat. Sebetulnya tidak murni bergaya industrial, sedikit bercampur dengan gaya minimalis. Dengan gaya insutrial akan sangat banyak ornamen yang dijumpai di pabrik. Hal ini akan membuat ruangan tampak lebih padat dan apabila pengaturannya tidak rapi malah terlihat sembrawut.

Kesan Minimalis kami aplikasikan pada plafon yang cenderung datar. Namun tetap memperlihatkan gaya industrialnya. Dengan ditambah lampu gantung bermaterial logam. Kemudian pemilihan warna meja putih yang akan membuat ruangan yampak lebih bersih. Lalu pada bagian counter juga menggunakan gaya minimalis dengan permainan garis dan material kaca.

Untuk gaya industrial nya sendiri kami aplikasikan hampir  pada semua elemen. Penggunaan material beton ekpose pada lantai. Pengunaan batu bata yang diekpose. Pengunaan warna-warna monkoromatik. Penggunaan bahan bekas pada pajangan dinding. Dan pengunaan material besi pada kursi serta lainnya.

 

Denah Cafe Bergaya Indusrial pada lahan 10x15

desain denah cafe bergaya industrial

Karena ini cuma merupakan tugas yang besifat arifisial. Tentu saja data yang diperoleh terbatas. Kami hanya diberikan sebidang luasan dan harus mendesainkan interiornya. 

Dengan data yang terbatas, kami mencoba menentukan dimana posisi entrance dan zona servis cafe. Entrance / akses masuk cafe kami tempatkan di sisi miring dari lahan. Kami berasumsi letak cafe berada pada samping jalan sehingga perlu diberikan bukaan yang lebar. Bukaan ini berupa jendela yang besar untuk menarik perhatian orang. 

Tentu saja setiap cafe memiliki area servis. Seperti dapur kotor, gudang persediaan bahan dan lavatory. Sekali lagi karena ketrbatasan data, kami asumsikan zona servis berada pada samping ruang utama cafe.

Pada ruang utama cafe kami mencoba untuk membuat open kitchen. Open kitchen atau dapur terbuka ini dapat menarik perhatian pengunjung untuk dapat berinteraksi dengan barista. Open kitchen kami gabungkan dengan meja counter, tempat untuk memesan.

Untuk jenis meja nya pun kami buat bervariasi. Mulai meja untuk 1 orang hingga untuk 4 orang. Untuk meja 1 orang kami tempatkan di sebelah jendela kaca depan. Diharapkan dengan menghadap ke arah luar mereka dapat menikmati waktu senidrinya.untuk meja dengan 2 kursi dan empat kursi kami letakkan di tengah. Agar lebih menghangatkan suasana.

 

Isometri Denah Cafe Bergaya Indusrial pada lahan 10x15

isometri desain cafe bergaya industrial 1
isometri desain cafe bergaya industrial 2

Pada desain cafe kali ini Kami gunakan lantai beton ekpose dan vinyl motif kayu. Lantai Beton ekpose merrupakan bahan yang identik dengan gaya industrial. Sedangkan lantai vinyl dengan motif kayu kami pilih untuk memperhangat suasana. Serta karena pemasangan nya yang mudah.

Untuk dindingnya kami gunakan perpaduan cat putih, dinding batu bata putih ekspose dan papan kayu bekas. Serta dengan tambahan hiasan potongan kayu bekas yang disusun. Untuk bagian dindingnya kami gunakan berbagai hiasan quote dan papan tulis. 

Untuk menegaskan gaya industrial, kami gunakan meja kayu dengan kaki besi  dan kursi besi pada area makan. Namun agar lebih nyaman kami tempatkan sofa pada pojok ruangan.  Untuk area open kitcgen nya kami desain lebih minimalis. Namun tetap masih menggunakan hiasan yang bersifat industrial. 

Potongan Cafe Bergaya Indusrial pada lahan 10x15

potongan desain cafe bergaya industrial 1

Untuk konsep plafonnya kami buat datar dengan permaian lampu gantung berbahan logam. Lampu bermaterial logam sangat indentik dengan gaya industrial.

Terlihat pada gambar potongan diatas material batu bata yang diekposes. Ditambah dengan permaian papan kayu bekas dan potongan kayu bekasa. Penggunaan bahan bekas sangat identik dengan gaya industrial. 

potongan desain cafe bergaya industrial

Sedangkan pada potongan ruang sisi lainnya. Penggunaan warna putih batu bata ekpose dan cat abu-abu tua akan menimbulkan kesan monokromatik. Waran monokromatik juga termasuk dalam ciri arsitektur  industrial.

Semoga artikel di atas dapat memberi manfaat. Jika sobat desain griyaku tertarik untuk mendesain rumah. desaingriyaku.com siap melayani jasa desain rumah online. Terima kasih.

kaga kencana

Saya merupakan designer rumah tinggal. Lulusan dari Universitas Diponegoro. Berkarir di dunia design sejak 2015.

Tinggalkan Balasan

DMCA.com Protection Status
Close Menu
DMCA.com Protection Status